Tugas TOU 2 Minggu 3
Dalam Hidup ini,
pasti setiap orang pernah dihadapkan pada sebuah keputusan yang berguna untuk
mengatasi masalah yang sedang dihadapi. Baik atau buruk dari akibat keputusan
yang kita ambil tidak dapat kita ketahui sebelumnya, Namun dalam mengambil
keputusan pasti ada beberapa pertimbangan seperti berikut ini :
· - Aspek
Manfaat
Dalam memutuskan masalah kita harus
memilih solusi yang paling banyak manfaatnya.
· - Aspek
Resiko
Setiap pilihan keputusan selalu
beresiko, maka kita harus memilih yang paling kecil resikonya.
· - Aspek
Waktu
Keputusan sebaik apapun tetapi waktunya
tidak tepat maka akan sia-sia bahkan sangat berbahaya.
Dari aspek-aspek tersebut, maka dalam
pengambilan keputusan haruslah diputuskan sebijak-bijaknya. Dan berikut ini
saya akan menceritakan pengalaman saya dalam pengambilan keputusan terberat
yang terjadi dalam hidup saya.
Ketika saya akan memasuki semester akhir
dari sekolah saya, saya sangat bingung sekali apakah yang akan saya lakukan
ketika lulus kelak ? pilihan yang dihadapkan saya pada saat itu yaitu :
· - Bekerja
· - Kuliah
· - Bekerja
sambil Kuliah
Dari pilihan tersebut
banyak sekali saran yang diberikan baik datangnya dari keluarga maupun
orang-orang terdekat.
Saya dari SMK sangat
menyukai oprek-oprek komputer dan juga saya suka memberi masukan-masukan kepada
teman-teman yang sedang ada masalah. Dari ‘background’ tersebut, Banyak
yang menyarankan saya untuk melanjutkan kuliah jurusan Teknik Informatika,
Sistem Informasi dan Psikologi. Kemudian saya pun mempertimbangkan untuk mengambil
jurusan Sistem Informasi dan Psikologi.
Saya pun mencoba untuk mencari referensi apakah prospek dari prodi tersebut
baik atau tidak. Saya searching google dan ternta prospek Sistem Informasi itu
lebih bagus untuk masa yang akan datang. Kemudian saya disarankan juga sama
orang terdekat saya karena beliau sangat tau sekali saya dari kecil hingga
besok dan katanya saya sangat cocok jadi HRD dan itu harus ambil jurusan
Psikologi karena saya suka memberi masukan atau suka memberi nasehat yang
sangat berguna.
Tiba-tiba guru saya sewaktu di SMK mengundang
saya pada seminar Kuliah sambil kerja di Jepang dan saya sangat bingung karena
sangat mengiurkan sekali kapan lagi kuliah dan kerja di Jepang dengan gratis,
udah dapet uang dan dapat sertifikast S1 dan sertifikat pengakuan kalo pernah
bekerja di Jepang, orang tua saya memberikan saran kepada saya agar kuliah
sambil kerja di Jepang . Namun, akhirnya ketika saya mendaftarkan diri dengan
perwakilan ke guru saya waktu SMK ternyata semua itu harus bayar untuk mengurus
paspor dan belajar bahas jepang, dan saya bicarakan ke keluarga dan keluarga
pun memberi kepercayaan penuh terhadap saya apa kamu yakin dan serius ingin
kuliah sambil kerja di Jepang dengan tekat kuat saya pun meyakinkan diri saya
dan keluarga pun sangat support saya.
Kemudian setelah saya
melengkapi semua persyaratan dan ternyata apa jadwal dan tempatnya tidak jelas
saya pun bingung saya tanya guru saya dan jawabannya selalu tunggu saja saya
akan kasih tahu bila sudah ada infonya, saya pun bingung apa semua ini penipuan
atau apalah itu saya pun merasa diri saya sudah tidak ada harapan untuk jalanin
hidup ini karena uang dan kerja keras keluarga saya untuk semua ini cuma dibalas
dengan ketidakpastian. Dan akhirnya orang tua saya kerumah guru saya untuk
menanyakn semua ini dan guru saya pun cuma bisa jawab tunggu kabar dari pihak Kuliah,
dan saya pun berkata dalam hati “apa mungkin saya masih bisa jalanin semua ini
dengan keadaan saya sangat mengecewakan oterang tua saya”. Dan saya pun bilang kepada
kedua orang tua saya kalo saya ingin minta maaf atas semua kesalahan saya dan
saya pun menangis dan orang tua saya pun bilang “kamu gausah nangis masih
banyak jalan untuk hidup kamu nanti dan jangan selali semua ini anggap ini
semua pelajaran buat kamu” dan orang tua saya pun tidak menyalahkan saya saya
tau takut anaknya drop kalo sampe disalahkan. Tiba-tiba saja saya mendapatkan
semacam saran lewat mimpi bahwa saya harus mengambil jurusan ilmu komputer(IT)
dan lupakan kuliah dijepang tersbut. Dari sanalah saya memberanikan diri untuk
mengambil keputusan untuk kuliah jurusan ilmu komputer pada Universitas
Gunadarma karena PTN waktu itu sudah tidak buka lagi. Saya pun cari informasi
tentang Gunadarma dan ternyata temen sekelas saya ada yang masuk di univ tersebut
dan saya pun mendaftar dan ikut tes di Gunadarma, waktui itu saya pilih 2 jurasan
yaitu Sistem Informasi dan Psikologi.
Allhamdulillah saya diterima
di PTS tersebut dan sambil menunggu perkuliahan dimulai, saya pun sudah tenang
dan tidak ada beban lagi dalam hidup saya untuk masa depan nantinya dan saya
akan memberikan yang terbaik buat orang tua saya. Dan Allhamdulillah hingga
tulisan ini dibuat, saya masih menjalani kuliah dengan baik dan dengan GPA yang
cukup baik.
Contoh dari Kasus
saya
Saya memiliki teman
yang kuliah di PTS juga dan dia bercerita bahwa kuliah dimanapun bukan menjadi
alasan. Tetapi tergantung dari diri kita pribadi. Beliau memiliki GPA di atas rata-rata
dan. Dia sempat depresi karena berkali-kali gagal masuk perguruan tinggi yang
dia inginkan hingga bertekad untuk tidak mau melanjutkan pendidikan nya ke
perguruan tinggi. Hingga suatu saat dia shalat istikharah dan mendapatkan
pencerahan dari Allah S.W.T lewat mimpinya. Dia pun telah mengambil keputusan
yang cukup baik walaupun pada awalnya sulit tetapi dia yakin akan keputusannya.
Kesimpulan
Dari apa yang telah
saya ceritakan dan contoh kasus nya. Disini kita dapat melihat bahwa setiap
masalah yang ada dalam hidup ini, pasti ada solusinya dan untuk mendapatkan
solusi yang baik, kita perlu mengambil keputusan yang terbaik pula. Dan dalam
pengambilan keputusan, kita tidak sendiri, masih ada orang-orang disekitar
kita. Allah S.W.T dan hati kecil.
Komentar
Posting Komentar