Tulisan TOU 2 Minggu 3
Curug
Cigentis, Objek Wisata Andalan Kabupaten Karawang
Apa yang anda pikirkan saat
mendengar nama Karawang?? Goyang?? Sawah?? Padi?? Atau puisi karya
Chairil Anwar ( Karawang Bekasi)?? Kota ini memang terkenal dengan
julukan kota padi dan goyang karawang tentunya. Selain itu, karawang juga memiliki
potensi wisata yang cukup beragam, dari mulai wisata alam,wisata budaya,wisata
sejarah dan wisata religi juga ada di sini.
Sebagai penduduk lokal yang lahir
dan di besarkan di salah satu perkampungan di daerah karawang,tentu sedikit
banyak saya pernah mengunjungi beberapa objek wisata di kota ini. Sebut
saja pantai tanjung baru,pantai pisangan,ataupun beberapa air terjun (curug)
yang ada di daerah loji. Objek wisata di sini memang tak terlalu terkenal jika
di bandingkan dengan objek wisata yang berada di daerah lain,namun keindahanya
tak kalah dengan daerah lain. Tapi sayang, banyak orang yang belum
mengetahui kalau karawang memiliki beberapa objek wisata yang sayang untuk di
lewatkan,mengingat jarak karawang yang cukup dekat dengan ibu kota
jakarta ( hanya sekitar 1,5 jam saja melalui jalan tol jakarta-cikampek).
Kali ini saya akan membahas tentang
air terjun (curug) yang menjadi primadona di kota ini,karena kebetulan
baru-baru ini saya berkesempatan mngunjunginya untuk kesekian kali.
Namanya curug cigentis, letaknya berada di selatan karawang, tepatnya di
desa mekarbuana sekitar 35 KM dari pusat kota karawang. Transportasi umum
menuju objek wisata ini bisa di bilang agak susah, karena kita
harus berganti beberapa kali angkutan umum untuk sampi di sana. Oleh
karena itu, saya selalu mengunjunginya mengunakan sepeda motor, karena
lebih hemat dan lebih cepat. Tapi jangan kawatir , buat yang mau mengunjunginya
dengan kendaraan umum masih bisa kok, Saya akan jelaskan caranya nanti di akhir
cerita.
Pukul 10 pagi, saya sudah siap-siap
dengan motor yang akan membawa saya menikmati keindahan curug cigentis
hari ini. Setelah semua di rasa ok, saya memacu kendaraan meninggalkan
rumah, membelah jalanan karawang yang cukup sibuk pagi itu. Dari rumah,saya
arahkan kendaraan saya menuju daerah Badami,karena daerah ini bisa di bilang
gerbang menuju kawasan curug-curug yang ada di karawang. Sepanjang
perjalanan dari badami menuju daerah loji,kita akan di suguhi pemandangan yang
luar biasa cantik,hamparan sawah yang hijau (beberapa ada juga yang sudah mulai
mengunin) akan memanjakan mata kita,di tambah lagi udara yang terasa
semakin sejuk ketika mendekati kawasan loji. Setelah berkendara
kurang lebih 3 jam, saya sampai di gerbang retribusi menuju kawasan loji (desa
mekarbuana). Di sini setiap kendaraan yang memasuki kawasan loji di
pungut biyaya sebesar Rp. 5000/ motor. Selesai dengan urusan retribusi, saya
kembali memacu motor karena saya masih harus berkendara kurang lebih sejauh 2
Km dengan medan yang cukup menantang. Karena jalanan yang saya lewati sekarang
mulai sedikit terjal, namun memiliki suasana yang sangat asri
karena sudah berupa kawasan hutan dan terdapat pula sungai besar dengan
batu-batuan yang bertebaran di sepanjang alirannya. Di kawasan ini juga
terdapat kampung wisata curug cigentis yang memiliki fasilitas water park mini
(waterboom), outbound, Restauran,Villa,ATV, untuk memanjakan keluarga anda.
Setelah mengendarai motor selama 10
menit, saya sampai di ahir jalan yang bisa di lewati oleh kendaraan, di sini
saya menitipkan motor di rumah warga yang di pungsikan menjadi tempat penitipan
motor/mobil. Dari sini saya harus berjalan sejauh 3 KM menuju curug cigentis
dan atau 500 M menuju curug Bandung.
Perjalan menuju curug cigentis bisa
di bilang cukup melelahkan buat mereka yang belum terbiasa tracking,
tanjakan-tanjakan panjang dengan kemiringan yang cukup terjal di jamin membuat
anda kehabisan nafas. Tapi jangan khawati, karena sepanjang perjalan anda akan
di suguhi pemandangan yang luar biasa cantik. Perbukitan hijau,gemericik
air,kicauan burung dan suara serangga huta akan menemani perjalanan anda. Di
tambah lagi udara yang bersih dan sejuk akan memanjakan paru-paru anda
pastinya.
Sebaiknya anda mengunakan alas kaki
yang nyaman dan membawa cukup bekal air minum. Karena meskipun kita bisa
menemui beberapa penjual air minum sepanjang perjalanan, tapi harganya
cukup mahal, ya bisa di mengerti karena mereka perlu tenaga exstra untuk
membawa makanan dan minuman ke sini.
Setelah berjalan selama 30 menit,saya sampai di pintu masuk menuju kawasan curug. Untuk memasuki kawasan curug cigentis, saya harus membayar tiket masuk sebesar Rp.8000 / orang. Beberapa meter setelah gerbang pintu masuk, saya disambut jembatan bambu yang menyebrangi aliran air sungai yang bersumber dari curug. Dari sini, suara gemuruh air curug sudah sangat terdengar jelas. Dan setelah beberapa meter melangkah, terlihatlah kemegahan curug cigentis dengan debit air yang mengalir cukup deras siang itu. Walau pun perlu perjuangan keras menuju sini, tapi semua rasa lelah itu lenyap seketika saat cipratan air membasahi tubuh. Sungguh sebuah mahakarya tuhan yang luar biasa indah. Sebenarnya saya sudah berkali-kali mengujungi air terjun ini, namun pesonanya tak pernah membuat saya bosan.
Fasilitas di objek wisata ini
bisa di bilang cukup memadai, karena sudah terdapat cukup banyak warung yang
bisa memuaskan rasa lapar anda setelah lelah berjalan. Ada juga sarana kamar
ganti serta musolah, jadi buat anda yang mau berbasah-basahan atau menunaikan
solat tidak usah kawatir.
Setelah cukup puas bermain air dan
mengisi perut yang memang sudah keroncongan. Saya putuskan untuk mengahiri
kunjungan saya hari ini dan kembali turun menuju parkiran motor. Buat anda yang
sedang berkunjung ke karawang, tidak ada salahnya memasukan curug cigentis
dalam daftar tempat yang harus anda kunjungi selama kunjungan anda di karawang.
Komentar
Posting Komentar