Judul
|
Pengaruh Kepemimpinan dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja dengan
Mediasi Komitmen (di PT Alam Kayu Sakti Semarang)
|
|
Jurnal
|
Jurnal
kepemimpinan terhadap kinerja karyawan
|
|
Halaman
|
Halaman
123-139
|
|
Bulan
|
April
2012
|
|
Penulis
|
A.
Soegihartono
|
|
Reviewer
|
Bamarusli
|
|
Tanggal
|
25 Oktober 2014
|
|
Tujuan Penelitian
|
Tujuan
dari penelitian adalah untuk menguji dan menganalisis pengaruh kepemimpinan
dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan PT. Alam Kayu Sakti (PT. ALKA)
Semarang dengan mediasi komitmen organisasional. Pertanyaan yang digunakan
telah dilakukan uji validitas dengan analisis faktor dan reliabilitas dengan
cronbach alpha dan intrumen tersebut valid dan reliabel atau layak digunakan
sebagai alat penelitian.
|
|
Review Penelitian Terdahulu
|
Pemimpin yang efektif akan dapat
menjalankan fungsinya dengan baik, tidak hanya ditunjukkan dari kekuasaan
yang dimiliki tetapi juga ditunjukkan pula oleh perhatian pemimpin terhadap
kesejahteraan dan kepuasan karyawan terhadap pemimpin dan peningkatan
kualitas karyawan, terutama sikap mengayomi yang ditunjukkan untuk menguatkan
kemauan karyawan dalam
melaksanakan tugas guna mencapai sasaran organisasi. Sejak setengah abad yang
lalu, teori dan penelitian tentang kepemimpinan hanya ditujukan pada model autokratik
atau demokratik, direktif atau partisipatif, fokus pada tugas atau orang
(Bass & Avolio, 1990).
Kepuasan bawahan menunjukkan sikap dan
perilaku bawahan pada pemimpin mereka. Seseorang yang puas akan melakukan hal
yang positif dan membantu pemimpin dalam mencapai tujuan organisasi sedangkan
jika tidak puas akan bersikap negatif dan tidak membantu pemimpin dalam
mencapai tujuan organisasi. Kepemimpinan transformasional akan lebih
meningkatkan kepuasan bawahan karena dengan pengaruh tiga dimensi akan menimbulkan
perasaan bangga, perhatian, penghargaan dan adanya dorongan untuk memunculkan
ide dan kreatifitas yang merupakan sarana untuk aktualisasi diri sehingga
dapat meningkatkan kepuasan bawahan (Padsakof et al.,1996’ Bycio et al., 1995
dan Koh et al., 1995).
Komitmen organisasional merupakan usaha
mengindentifikasikan diri dan melibatkan diri dalam organisasi dan berharap
tetap menjadi anggota organisasi (Robbin, 2000).Menurut Allen dan Mayer
(1990) ada tiga komponen dalam komitmen yaitu: (a) affective(menunjukkan keinginan
karyawan untuk melibatkan diri dan mengindentifikasikan diri dengan
organisasi karena adanya kesesuian nilai-nilai dalam organisasi). (b) continuance
(komitmen yang timbul
karena ada kekhawatiran terhadap
kehilangan manfaat yang biasa diperoleh dari organisasi) (c) normative (komitmen
yang muncul karena karyawan merasa berkawajiban untuk tinggal dalam
organisasi). Tiga komponen komitmen telah diuji oleh Bass yang menunjukkan
berbagai kemungkinan, kepemimpinan tranformasional mungkin menunjukkan
hubungan positif yang kuat dengan affective karena memberikan perasaaan yang
kuat dan dukungan yang mendorong karyawan untuk tetap berada di organisasi,
sedangkan contingent rewardmungkin berhubungan positif terhadap continuance komitmen
karena adanya ketakutan terhadap kehilangan benefit jika meninggalkan
organisasi (Brycio et al., 1995).
Kinerja merupakan hasil kerja yang telah
dicapai seseorang sesuai dengan tugas dan perannya sesuai dengan tujuan
organisasi yang dihubungkan dengan standar kinerja tertentu dari perusahaan
dimana individu tersebut bekerja. Oleh sebab itu keberhasilan dan kinerja seseorang
dalam suatu bidang pekerjaan banyak ditentukan oleh tingkat kompetensi, profesionalisme
dan komitmennya terhadap bidang yang ditekuni. Suatu komitmen organisasional menunjukkan
suatu daya dari seseorang dalam mengidentifikasikan keterlibatannya dalam suatu
bagian organisasi (Mowday, Porter & Steers, 1982 dalam Vandenberg, 1992).
Komitmen organisasional akan menimbulkan rasa ikut memiliki (sense of
belonging)bagi pekerja terhadap organisasi.
Penelitian mengenai kepemimpinan,
komitmen dan kepuasan kerja merupakan topik yang menarik untuk diadakan
penelitian lebih lanjut, karena menurut Gregson (1992) kepuasan kerja adalah
pertanda awal suatu komitmen organisasional. Sedangkan menurut penelitian lain
yaitu Bateman dan Strasser (1984) menyatakan bahwa komitmen mendahului
kepuasan kerja. Oleh karena itu penelitian yang menguji hubungan tingkat
kepuasan kerja dalam peningkatan komitmen organisasional merupakan satu topik
yang menarik. Perusahaan yang mengalami penurunan kinerjanya bisa dilihat
dari beberapa sisi yaitu dari menurunnya kinerja karyawan yaitu dengan tingkat
ketidak hadiran dengan berbagai alasan dan tingkat turn over karyawan.
Seperti yang terjadi pada perusahaan PT Alam Kayu Sakti Semarang, prosentase
ketidak hadiran karyawan yaitu sekitar 20% perbulan dan turn over karyawan
10% per tahun. Menurunnya kinerja karyawan bisa dianalisis dari sisi pemimpin
yaitu pimpinan kurang peka dengan apa yang diinginkan oleh bawahan dengan
suatu contoh sebagian karyawan yang belum pernah mengalami rotasi maupun
mutasi untuk jangka waktu yang relatif panjang dalam jobnya, sehingga
menimbulkan kejenuhan bagi karyawan yang berdampak pada kepuasan kerja.
Seperti diketahui kepemimpinan yang cocok bagi bawahan akan sangat berpengaruh
terhadap kinerja mereka yaitu dengan adanya kepuasan kerja bagi mereka sehingga
karyawan dalam melaksanakan pekerjaannya akan merasa lebih aman dan terlindungi. Karyawan memiliki kinerja melebihi
apa yang seharusnya atau diatas target minimum organisasi karena pada dirinya
sudah mempunyai semangat kerja yang tinggi. Hal tersebut juga bisa dihubungkan
dengan kepuasan kerja, apabila individu mempunyai perasaan senang atau emosi
positif yang diperoleh dari pengalaman kerja, yang berkenaan dengan individu
bukan kelompok dan menyangkut masa lalu, bukan masa yang akan datang.
|
|
Hipotesis
|
H1:Kepemimpinan berpengaruh
positif dan signifikan terhadap komitmen pada PT Alam Kayu Sakti Semarang.
H2:Kepuasan kerja berpengaruh
positif dan signifikan terhadap komitmen pada pada PT Alam Kayu Sakti
Semarang
H3:Kepemimpinan berpengaruh
positip dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT Alam Kayu Sakti
Semarang
H4:Kepuasan kerja berpengaruh
positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT Alam Kayu Sakti
Semarang
H5:Komitmen berpengaruh positif
dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT Alam Kayu Sakti Semarang
H6:Komitmen menjadi mediasi pada
hubungan pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja karyawan pada PT. Alam Kayu
Sakti Semarang.
H7:Komitmen menjadi mediasi pada
hubungan pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Alam Kayu
Sakti Semarang
|
|
Metode Penelitian
|
Metode
yang dipakai dalam Penelitian ini adalah pengambilan populasi dan sampel
penelitian karyawan tetap PT. Alam Kayu Sakti (PT. ALKA) Semarang dengan
menggunakan teknik purposive sampling, yaitu pengambilan sampel yang
menyesuaikan diri dengan kriteria tertentu (Cooper & Emory). Adapun
kriteria responden yang terpilih adalah sebagai berikut:
a. Pendidikan minimal SMU sederajat
b. Jenis kelamin priadan wanita
c. Masa kerja diatas dua tahun
|
|
Populasi dan Sampel
|
Populasi adalah jumlah keseluruhan
obyek (satuan-satuan/individu-individu) yang karakteristiknya hendak diduga
(Djuwarto dan Pangestu Subagyo: 1993). Adapun populasi dalam penelitian ini
adalah karyawan tetap PT. Alam Kayu Sakti (PT. ALKA ) Semarang yang berjumlah
300 orang. Teknik
purposive sampling, yaitu
pengambilan sampel yang menyesuaikan diri dengan kriteria tertentu (Cooper
& Emory). Adapun kriteria responden yang terpilih adalah sebagai berikut:
a.Pendidikan minimal SMU sederajat
b.Jenis kelamin priadan wanita
c.Masa kerja diatas dua tahun
Berdasarkan kriteria diatas, maka
jumlah sampel dapat ditentukan sebesar 109 responden. Penulis menggunakan teknikini
karena populasi mempunyai unsur/anggota yang tidak homogin dan berstrata secara
proporsional, misalnya mempunyai latar pendidikan yang berbeda.
|
|
Variabel dan Metode Pengukuran
|
Variabel yang diteliti dalam studi ini adalah kepemimpinan,
kepuasan kerja, komitmen organisasi dan kinerja Sedangkan metode pengukuran
dilakukan dengan menggunakan langkah-langkah : menyusun instrumen penelitian
disertai dengan pengujian validitas menggunakan teknik
analisis faktor (construct Validity) dan pengujian reliabilitas, mengumpulkan data yang
dilakukan melalui wawancara, penyebaran kuesioner dan datadata perusahaan
yang berkenaan dengan program kepemimpinan dan
kepuasan kerja
|
|
Hasil Penelitian
|
Dari hasil uji secara parsial dan uji model secara
keseluruhan diperoleh hasil bahwa kepemimpinan dan kepuasan kerja berpengaruh
positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan dimediasi oleh
komitmen organisasi. Oleh karena itu, faktor-faktor kepemimpinan, kepuasan
kerja dan komitmen organisasi pada PT. Alam Kayu Sakti Semarang sangat perlu
mendapatkan perhatian dari pengambil kebijakan/keputusan, karena peningkatan
kepemimpinan, kepuasan kerja dan komitmen organisasi sangatlah diharapkan
oleh suatu organisasi, dimana semakin banyak pegawai yang mempunyai kinerja
yang tinggi. maka kinerja organisasi secara keseluruhan akan semakin tinggi
sehingga diharapkan sekali bahwa organisasi yang bersangkutan akan dapat
terus maju dan berkembang.
Dari temuan secara statistik dan didukung oleh
data empiris, maka implikasi manajerial dari hasil temuan penelitian ini bagi
PT. Alam Kayu Sakti Semarang, di antaranya adalah:
1.Berdasarkan
hasil empiris dapat diketahui bahwa kepemimpinan mempunyai pengaruh yang
positif terhadap komitmen. Semakin baik kepemimpinan, maka akan meningkatkan
komitmen karyawan. Dari 109 responden terdapat 11% responden yang tidak
senang dengan kepemimpinan sekarang, dimana pimpinan kadang kurang bisa
memahami bawahannya dengan pandangan-pandangan yang disampaikan oleh bawahan,
pimpinan selalu memandang bahwa bawahan dalam melakukan pekerjaannya selalu
ada kekurangannya, Pimpinan kurang mampu tentang penyelesaian masalah, dimana
dalam pengambilan keputusan untuk memecahkan masalah tidak melibatkan bawahan
bagaiman diambil solusi yang terbaik dengan cara-cara baru
2.Kepuasan
kerja mempunyai pengaruh yang positif terhadap komitmen. Semakin puas
karyawan maka akan meningkatkan komitmen karyawan. Dari 109 karyawan PT. Alam
Kayu Sakti Semarang yang dijadikan sebagai responden masih terdapat karyawan
yang kurang puas dalam pekerjaan, yaitu: Sebanyak 5,5% responden
berangggapan, bahwa tidak semua bawahan mendapat kesempatan, atau diberi
kesempatan oleh Pimpinan untuk bisa menjadi pemimpin dalam komunitasnya/
teamnya. Sebanyak 6,4% responden beranggapan bahwa tidak semua bawahan
memiliki kemampuan dalam pengambilan keputusan, karena adanya kekhawatiran
akan adanya suatu kesalahan yang berdampak pada kinerjanya. Sebanyak 5,5%
responden beranggapan bahwa ada kebijaksanaan dari perusahaan yang tidak
diterapkan dalam praktiknya, yang dirasakan oleh sebagian bawahan, sehingga
berdampak menurunnya kinerja. Menurunnya kinerja bawahan dapat dilihat dari
tingkat absensi yaitu yang berskala sedang sampai yang berskala berat yaitu
dari tingkat turn over karyawan.
3.Kepuasan
kerja mempunyai pengaruh yang positif terhadap kinerja. Untuk meningkatkan
kinerja karyawan, perusahaan tidak lupa memberikan faktor kepuasan kerja
karyawannya. Dalam penelitian ini karyawan tidak puas dengan
4.Kepemimpinan
mempunyai pengaruh yang positif terhadap kinerja Untuk menciptakan
kepemimpinan yang kondusif seorang pimpinan harus bisa memahami bawahannya
dengan pandangan-pandangan yang disampaikan oleh bawahan, pimpinan selalu
memandang bahwa bawahan dalam melakukan pekerjaannya selalu ada
kekurangannya, Pimpinan kurang mampu tentang penyelesaian masalah, dimana
dalam pengambilan keputusan untuk memecahkan masalah tidak melibatkan bawahan
bagaiman diambil solusi yang terbaik dengan cara-cara baru. tidak semua
bawahan mendapat kesempatan, atau diberi kesempatan oleh Pimpinan untuk bisa
menjadi pemimpin dalam komunitasnya/ teamnya; Tidak semua bawahan memiliki
kemampuan dalam pengambilan keputusan, karena adanya kekhawatiran akan adanya
suatu kesalahan yang berdampak pada kinerjanya. ada kebijaksanaan dari
perusahaan yang tidak diterapkan dalam praktiknya, yang dirasakan oleh
sebagian bawahan, sehingga berdampak menurunnya kinerja.
5.Komitmen
mempunyai pengaruh yang positif terhadap kinerja Semakin karyawan memiliki
komitmen yang tinggi terhadap perusahaan, maka akan memberikan dampak yang
positif terhadap peningkatan kinerja karyawan. Untuk itu, perusahaan harus
dapat memberikan kenyamanan para karyawan dalam bekerja sehingga mereka
enggan untuk meninggalkan pekerjaan setelah bekerja pada perusahaan PT. Alam
Kayu Sakti Semarang
|
|
Kekuatan Penelitian
|
Kekuatan penelitian ini adalah
alat yang digunakan dalam penelitian berupa kuesioner yang digunakan oleh
subjek penelitian sehingga dalam pengambilan datanya tidak dibutuhkan waktu
yang lama seperti pada metode kualitatif.
|
|
Kesimpulan
|
Pengembangan karir di PTBNP Bandung
saat ini secara keseluruhan belum dilaksanakan secara konsisten dan belum
berjalan sesuai harapan. Pengembangan karir belum dilaksanakan dengan pola
yang terarah tetapi lebih banyak dilakukan dengan cara trial and error.
Variabel pengembangan karir memberi-kan pengaruh positif secara signifikan
terhadap variabel motivasi kerja dan kinerja karyawan PTBNP Bandung, dimana
variabel pengembangan karir memberikan determinasi yang lebih besar
dibandingkan variabel motivasi dalam mempengaruhi variabel kinerja. Masih ada
variabel lain yang turut berpengaruh terhadap variabel kinerja.
|
|
Keterbatasan Penelitian
|
Penelitian yang penulis lakukan
memiliki beberapa keterbatasan, antara lain:
1.Keterbatasan sampel penelitian
sebagai salah satu sumber data pokok, yakni terbatas hanya pada karyawan PT.
Alam Kayu Sakti Semarang.
2.Dalam penelitian ini, jumlah
variabel operasional dalam model terbatas, yaitu variabel kepemimpinan,
kepuasan kerja, komitmen organisasional dan kinerja pegawai, meskipun secara
teoritis dan empiris masih terdapat variabel lain yang lebih mampu menjelaskan
pengaruh tidak langsung kepemimpinan dan kepuasan kerja terhadap kinerja
pegawai dengan mediasi komitmen organisasional yang antara lain: motivasi,
disiplin kerja, lingkungan kerja, promosi karer jabatan dan lain sebagainya.
|
|
Penelitian yang akan datang
|
1.Sebaiknya penelitian dilakukan
tidak hanya pada karyawan tetap berdasarkan kriteria yang telah ditentukan,
melainkan dilakukan dengan meneliti seluruh karyawan tetap PT. Alam Kayu
Sakti Semarang untuk mendapatkan fenomena yang lebih jelas di perusahaan PT.
Alam Kayu Sakti Semarang.
2.Pemilihan indikator hendaknya
lebih banyak dan bervariasi disesuaikan dengan kondisi yang ada pada obyek
penelitian yang bersangkutan.
|
Komentar
Posting Komentar