“MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA
SISWA KELAS IX SMP PAMUNGKAS KECAMATAN MELATI KABUPATEN SLEMAN MELALUI
PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK”
Judul : Meningkatkan
Motivasi Belajar Matematika Siswa Kelas IX SMP Pamungkas Kecamatan
Melati Kabupaten Sleman Melalui Pembelajaran Matematika Realistik
Pengarang : Sri Wulandari DanoebrotoSumber : Jurnal EDUMAT Volume 1 Nomor 1 Tahun 2010
Review : Agung Wahyudi
Tanggal : 11 November 2014
A. LATAR BELAKANG DAN TUJUAN PENELITIAN
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh
keadaan siswa kelas IX SMP Pamungkas yang menunjukkan bahwa siswa
terlihat kurang memiliki motivasi untuk belajar matematika. Faktor
rendahnya motivasi belajar matematika ini dinilai sebagai masalah yang
mendesak yang harus segera di perbaiki karena akan menjadi kendala dalam
keberhasilan proses pembelajaran matematika.
Motivasi belajar siswa sangat berhubungan
erat dengan perasaan atau pengalaman emosioal, sehingga upaya guru
untuk memotivasi siswanya dapat dilakukan dengan cara menimbulkan rasa
puas atau rasa telah mencapai keberhasilan pada diri siswa. Upaya
peningkatan motivasi belajar matematika siswa ini dilakukan melalui
Pembelajaran Matematika Realistik (PMR). Hal ini dikarenakan PMR selalu
menggunakan masalah sehari-hari, sehingga diharapkan siswa dapat
memahami keguanaan dana kaitan matematika dalam kehidupannya sehingga
dapat meningkatkan motivasi belajar matematika siswa.
Oleh karena itu, tujuan dalam penelitian
ini adalah untuk mendeskripsikan proses belajar mengajar dengan
menggunakan PMR pada topic statistika dan peluang yang data meningkatkan
motivasi belajar matematika siswa, mendapatkan respons positif, dan
untuk mendeskripsikan bagaimana upaya guru untuk memotivasi siswa dalam
pembelajaran matematika.
B. METODE
Penelitian menggunakan desain penelitian
tindakan kelas (PTK) dengan subyek penelitian adalah siswa kelas IX SMP
Pamungkas Kecatan Mlati pada tahun ajaran 2006/2007 yang berjumlah 17
siswa. Pelaksanaan penelitian kurang lebih 2 bulan mulai bulan oktober
sampai desember tahun 2006.
Pengambilan Data
Teknik pengambilan data dilakukan dengan
cara mengamati antusiasme siswa, keceriaan, dan kreativitas sebagai
indicator motivasi belajar. Selain itu dilakukan pengamatan tentang
perilaku siswa selama proses pembelajaran berlangsung, upaya-upaya guru
dalam memotivasi siswa, dan interaksi guru dengan siswa maupun antar
sesama siswa.
Pengamatan dan pencatatan dilakukan
selama proses pembelajaran berlangsung. Dan setelah semua pelaksanaan
tindakan selesai, peneliti memberikan angket kepada siswa.
Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan
adalah teknik analisis data kualitatif yang dikembangkan oleh Miles dan
Huberman (1992 :18), yaitu dengan cara reduksi data, penyajian data,
verifikasi data dengan teknik triangulasi dan penarikan kesimpulan
C. HASIL DAN PEMBAHASANa. Tindakan Pada Siklus I
Pada siklus pertama ini, tindakan
dilakukan pada topik statistika khususnya pada kompetensi dasar (KD)
pengumpulan dan penyajian data, dan KD pengelolahan data. Pada topik
pengumpulan data, masalah kontekstual yang diberikan berupa kegiatan
pemungutan suara untuk memilih band favorit di kelas IX dengan beberapa
nama band terkenal di Indonesia sebagai kandidatnya. Walaupun terlihat
bersemangat, tampak gembira dan senang selama mengikuti pembelajaran
termasuk ketika melakukan diskusi, namun masih ada siswa yang terlihat
pasif dan masih malu-malu pada tahap diskusi.
Sedangkan pada KD pengolahan data
peneliti merencanakan agar siswa kembali melakukan aktifitas secara
berkelompok. Namun hal itu tidak terlaksana, karena siswa lebih banyak
mendengarkan cerama guru walapun tampak guru berusaha mengajukan
pertanyaan yang mendorong siswa untuk berpikir, namun hanya sedikit saja
yang merespon dan kebanyakn hanya siswa perempuan yang terlihat lebih
aktif. Pada materi kedua ini terjadi penurunan minat siswa.
Pada pertemuan berikutnya pembelajaran
dilakukan secara berkelompok dengan menggunakan permasalahan kontekstual
berupa menyelesaikan masalah rata-rata dan modus jenis kendaraan yang
lewat di depan sekolah.
Setelah melaksanakan refleksi peneliti
menarik kesimpulan bahwa pada pelaksanaan siklus I ini siswa masih belum
dapat mengaitkan hitungan matematika dengan kehidupan sehari-hari. Hal
ini ditunjukkan dengan jawaban siswa mengenai rata-rata jumlah kendaraan
yang lewat berupa anka pecahan. Siswa mampu menyusun definisi denga
kalimat mereka sendiri, namun masih kesulitan untuk mengungkapnya secara
runtut.
b. Tindakan Siklus II
Pada siklus kedua pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan memperhatikan hal-hal berikut :
- Guru harus memfasilitasi siswa menemukan sendiri konsep matematika melalui kegiatan diskusi kelompok.
- Guru harus lebih memotivasi siswa untuk berani menyampaikan pendapatnya dalam kegiatan diskusi, terutama siswa laki-laki.
- Kegiatan pembelajaran harus lebih menunjukkan kegiatan matematika dengan kehidupan sehari-hari.
Tindakan pada siklus ini direncanakan
untuk topik peluang pada KD menentukan ruang sampel percobaan. Kegiatan
ini dibagi menjadi dua sesi, pada sesi pertama siswa mengisi LKS secara
individu atau berdiskusi dengan teman sebangku. Sedangkan pada sesi
kedua, siswa akan melakukan percobaan sederhana mengambil bola secara
acak.
Konteks yang digunakan pada pembelajaran
ini adalah tentang lowongan pekerjaan pada dua perusahaan,jumlah
lowongan dan jumlah pelamar. Siswa kemudian diminta menentukan pada
perusahaan mana yang berpeluang lebih besar untuk dapat diterima
bekerja.
Dalam pelaksanaan disikusi guru
memberikan perhatin pada siswa yang pasih dengan menyebut namanya atau
memintanya menyampaikan pendapat. Cara ini berhasil menarik perhatian
siswa untuk terlibat dalam diskusi. Selain itu guru juga memberikan
pujian bagi siswa yang memberikan tanggapan dengan baik. Terjadinya
tanya jawab antara sesame siswa dana guru menunjukkan bahwa siswa
berminat terhadap kegiatan pembelajaran.
D. KESIMPULAN
Dari hasil pelaksanaan PTK ini peneliti
menyimpulkan bahwa siswa menunjukkan respons positif terhadap
pembelajaran matematiak realistik untuk topik statistika dan peluang,
yaitu :
- Siswa senang menyelesaikan masalah realistic dari lingkungan sekitarnya
- Siswa terdorong mengemukakan ide-idenya, merasa bangga dan senang karena menggunakan denya sendiri
- Siswa merasa senang belajar matematika melalui diskusi dengan teman-temannya.
- Siswa berpendapat banwa ada kaitan matematika dengan lingkungan sekitar mereka.
- Siswa berpendapat bahwa pengetahuan matematika dapat diperoleh dengan mengembangkan idenya sendiri
- Siswa berpendapat bahwa pembelajaran matematika yang interaktif antara siswa dengan siswa dan siswa dengan guru dapat menambah pengetahuan mereka.
Secara keseluruhan jurnal ini sudah cukup
baik dan telah memenuhi standard penulisan, ada beberapa hal yang
menjadi critical review antara lain peneliti tidak memunculkan secara
lengkap karakteristik PMR dalam pembelajaran yang dilaksanakan. Peneliti
hanya menyuliskan sebatas pada karakteristik use of context, interactivity, dan student contribution. Sedangkan pada karakteristik use of model dan intertwine, peneliti tidak menjelaskan secara detail.
Selain itu peneliti juga tidak
menjelaskan tahap analisis data yang peneliti lakukan sehingga informasi
dari pelaksanaan PTK ini tidaklah terlalu jelas dan menimbulkan tanda
tanya dari pembaca tentang keadaan dan hasil kerja yang dilakukan siswa.
Dan juga kriteria keberhasilan pada
siklus I dan II sebagai dasar untuk mengetahui apakah siklus PTK akan
berhenti ataupun berlanjut tidak ada. Sehingga menjadi pertanyaan apa
yang menjadi dasar sehingga PTK ini hanya dilakukan dalam dua siklus.
Pemilihan referensi dari penulis sudah
sangat mencukupi. Terlebih penulis memberikan saran kepada guru untuk
dapat mengembangkan dan menerapkan pembelajaran matematika realistik
seperti dengan memadukannya dengan metode belajar kooperatif Teams Games Tournament (TGT) .
Komentar
Posting Komentar